Terima kasih telah datang
Dari : Situs Alfi Materi TKJ
Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Jumat, 05 Agustus 2016

Materi Tentang Fiber Optic dan Connector

Fiber Optic Dan Connector

Sedikit penjelasan dari saya mengenai Fiber Optik





 Fiber Optik (Serat optic) adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit.Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.




Sejarah Fiber OptikPenggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi.Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan.Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.
Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus.Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer.Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.
Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar.Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan.Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama.Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu.Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.


Karakteristik Fiber Optik
Teknologi komunikasi fiber optik ternyata cukup banyak jenis dan karakteristiknya.Jenis dan karakteristik ini akhirnya membuat jenis-jenis konektor, jenis kabel, jenis perangkat yang bervariasi pula. Hal ini dikarenakan perbadaan karakteristik yang juga membuat perbedaan cara kerja dan fitur-fitur yang dihasilkannya. Teknologi komunikasi fiber optik menjadi terbagi-bagi menjadi beberapa jenis disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor struktural dari media pembawanya dan faktor properti dari sistem transmisinya.Kedua faktor inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas dan harga pada komunikasi fiber optik secara garis besar.Faktor struktural lebih banyak berkutat pada fisik dari media pembawanya, yaitu serat kaca.Fisik dari serat tersebut cukup berpengaruh untuk kelangsungan transmisi data. Sedangkan, faktor properti sistem transmisi akan lebih banyak berkutat mengenai bagaimana sinar-sinar data tersebut diperlakukan di dalam media pembawa. Modifikasi dari kedua faktor tersebut akan membuat teknologi fiber optik menjadi bervariasi produknya.
Berdasarkan faktor struktur dan properti sistem transmisi yang sekarang banyak diimplementasikan, teknologi fiber optik terbagi atas dua kategori umum, yaitu:
1. Single mode fiber opticSingle mode fiber optic memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optik.Dilihat dari faktor properti sistem transmisinya, single mode adalah sebuah sistem transmisi data berwujud cahaya yang didalamnya hanya terdapat satu buah indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang.Satu buah sinar yang tidak terpantul di dalam media optik tersebut membuat teknologi fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya.Itu pun lebih banyak gangguan yang berasal dari luar maupun gangguan fisik saja.
Single mode dilihat dari segi strukturalnya merupakan teknologi fiber optik yang bekerja menggunakan inti (core) serat fiber yang berukuran sangat kecil yang diameternya berkisar 8 sampai 10 mikrometer.Dengan ukuran core fiber yang sedemikian kecil, sinar yang mampu dilewatkannya hanyalah satu mode sinar saja.Sinar yang dapat dilewatkan hanyalah sinar dengan panjang gelombang 1310 atau 1550 nanometer.
Single mode dapat membawa data dengan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan multi mode fiber optics, tetapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektral yang sangat kecil pula dan ini berarti sebuah sistem yang mahal.Single mode dapat membawa data dengan lebih cepat dan 50 kali lebih jauh dibandingkan dengan multi mode.Tetapi harga yang harus Anda keluarkan untuk penggunaannya juga lebih besar.Core yang digunakan lebih kecil dari multi mode dengan demikian gangguan-gangguan di dalamnya akibat distorsi dan overlapping pulsa sinar menjadi berkurang.Inilah yang menyebabkan single mode fiber optic menjadi lebih reliabel, stabil, cepat, dan jauh jangkauannya.

2. Multi mode fiber opticSesuai dengan nama yang disandangnya, teknologi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang diakibatkan dari banyaknya jumlah sinyal cahaya yang berada di dalam media fiber optik-nya. Sinar yang berada di dalamnya sudah pasti lebih dari satu buah.Dilihat dari faktor properti sistem transmisinya, multi mode fiber optic merupakan teknologi transmisi data melalui media serat optik dengan menggunakan beberapa buah indeks cahaya di dalamya. Cahaya yang dibawanya tersebut akan mengalami pemantulan berkali-kali hingga sampai di tujuan akhirnya.
Sinyal cahaya dalam teknologi Multi mode fiber optic dapat dihasilkan hingga 100 mode cahaya. Banyaknya mode yang dapat dihasilkan oleh teknologi ini bergantung dari besar kecilnya ukuran core fiber-nya dan sebuah parameter yang diberi nama Numerical Aperture (NA). Seiring dengan semakin besarnya ukuran core dan membesarnya NA, maka jumlah mode di dalam komunikasi ini juga bertambah.Dilihat dari faktor strukturalnya, teknologi Multi mode ini merupakan teknologi fiber optikyang menggunakan ukuran core yang cukup besar dibandingkan dengan single mode.Ukuran core kabel Multi mode secara umum adalah berkisar antara 50 sampai dengan 100 mikrometer. Biasanya ukuran NA yang terdapat di dalam kabel Multi mode pada umumnya adalah berkisar antara 0,20 hingga 0,29. Dengan ukuran yang besar dan NA yang tinggi, maka terciptalah teknologi fiber optik Multi mode ini.
Ukuran core besar dan NA yang tinggi ini membawa beberapa keuntungan bagi penggunanya. Yang pertama, sinar informasi akan bergerak dengan lebih leluasa di dalam kabel fiber optik tersebut. Ukuran besar dan NA tinggi juga membuat para penggunanya mudah dalam melakukan penyambungan core-core tersebut jika perlu disambung.Di dalam penyambungan atau yang lebih dikenal dengan istilah splicing, keakuratan dan ketepatan posisi antara kedua core yang ingin disambung menjadi hal yang tidak begitu kritis terhadap lajunya cahaya data.
Keuntungan lainnya, teknologi ini memungkinkan Anda untuk menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, sedangkan single mode mengharuskan Anda menggunakan laser sebagai sumber cahayanya.Yang perlu diketahui, LED merupakan komponen yang cukup murah sehingga perangkat yang berperan sebagai sumber cahayanya juga berharga murah. LED tidak kompleks dalam penggunaan dan penanganan serta LED juga tahan lebih lama dibandingkan laser. Jadi teknologi ini cukup berbeda jauh dari segi harga dibandingkan dengan single mode.
Namun, teknologi ini juga membawa ketidaknyamanan bagi penggunanya.Ketika jumlah dari mode tersebut bertambah, pengaruh dari efek Modal dispersion juga meningkat.Modal dispersion (intermodal dispersion) adalah sebuah efek di mana mode-mode cahaya yang berjumlah banyak tadi tiba di ujung penerimanya dengan waktu yang tidak sinkron satu dengan yang lainnya. Perbedaan waktu ini akan menyebabkan pulsa-pulsa cahaya menjadi tersebar penerimaannya.
Pengaruh yang ditimbulkan dari efek ini adalah bandwidth yang dicapai tidak dapat meningkat, sehingga komunikasi tersebut menjadi terbatas bandwidthnya.Para pembuat kabel fiber optik memodifikasi sedemikian rupa kabel yang dibuatnya sehingga bandwidth yang dihasilkan oleh Multi mode fiber optic ini menjadi paling maksimal.
Aksesoris Fiber Optic
Dalam jaringan telekomunikasi khususnya fiber optik banyak menggunkan aksesoris, diantaranya adalah :
Pemasangan Fiber Optic (Fiber Optic Assemblies):

Terdiri atas connector, pigtail, dan patch cord.

Connector adalah ujung dari fiber optic, jenisnya banyak sesuai dengan kebutuhan dilapangan.



Gambar Connector Fiber Optic

Pigtail adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor.



Gambar pigtail

Patch cord adalah kabel fiber optic yang pada dua sisi ada konektor. Patch cord digunakan untuk menghubungkan device atau dikenal juga dengan optic jumper.




Gambar patch cord
Wall-Mount
Wall-mount adalah terminasi fiber optic yang menempel di dinding.





Gambar Wall-Mount




Optical Termination Box (OTB)
Optical Termination Box (OTB) adalah terminasi fiber optic yang ada pada rak atau boks.




Gambar OTB



Joint Closure
Joint Closure adalah titik sambung dari fiber optic.





Gambar Joint Closure



High Distribution Cabinet
High Distribution Cabinet adalah rak tempat terminasi fiber optic .



Gambar High Distribution Cabinet


Testing (OTDR dan Power Meter)
Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)
OTDR merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu fiber optic pada domain waktu. Beberapa parameter yang dapat diukur pada OTDR adalah :

>Jarak
Titik lokasi dalam suatu link, ujung link atau patahan.

>Loss
Loss untuk masing-masing splice atau total loss dari ujung ke ujung dalam suatu link.
>Atenuasi
Atenuasi dari serat dalam suatu link.

>Refleksi
Besar refleksi (return loss) dari suatu event.


Informasi mengenai redaman serat, loss sambungan, loss konektor dan lokasi gangguan serta loss antara dua titik dapat ditentukan dari monitor OTDR. OTDR memungkinkan sebuah link diukur dari salah satu ujung.





Gambar OTDR




Power Meter
Power meter dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optic baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan. Penggunaan power meter harus berada pada kedua ujung kabel fiber optic.





Gambar Power Meter



Splicing (Fusion Splicer)
Proses penyambungan/ splicing terdiri dari beberapa langkah kerja berikut :


a. Stripping/ pengupasan lapisan coating ujung fiber optic dengan stripper
b. Membersihkan ujung fiber optic
c. Perataan ujung fiber optic dengan cleaver
d. Meletakkan ujung-ujung fiber optic pada V-groove alat sambung dan pelurusannya oleh alat
sambung.

e. Peleburan dan perekatan ujung fiber optic menggunakan pancaran listrik dari elektroda
f. Analisa hasil sambungan
g. Pemberian pelindung dan penyimpanan sambungan







Gambar Fusion Splicer

sumber : https://alfredoeblog.wordpress.com/2014/01/16/pengertian-fiber-optik/



Connector Fiber Optic






Jenis Konektor Pada Kabel Fiber Optic

Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal dapat disebut juga dengan istilah: konektor. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optic ini tersedia dalam beberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana biasanya memiliki tipe standar seperti berikut ini :



1. FC (Fiber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.


2. SC (Subsciber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.

3. ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.

4. Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.

5. D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.

6. SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.

7. E200

sumber : http://platinum-computer.com/jenis-konektor-fiber-optic/
http://singgihfuture.blogspot.co.id/2016/08/materi-fiber-optic-dan-connector.html
http://rifkyariza.blogspot.co.id/

Kamis, 29 Oktober 2015

Pengertian dan Perintah-perintah Pada CMD

Pengertian dan Perintah-perintah Pada CMD / Command Prompt

 Halo sobat kali ini saya akan menjelaskan artikel tentang Pengertian dan Perintah-perintah Pada CMD / Command Prompt. bagi sobat yang belom tau apa itu CMD / Command Prompt pada postingan ini saya akan ulas CMD sampe tuntas.yuk langsung saja tanpa basa basi lagi kita simak bareng-bareng.

Pengertian CMD
Command Prompt (CMD) adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS Windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi windows baik secara online maupun offline, dan aplikasi ini bisa juga disalah gunakan oleh seorang cracker / hacker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt. atau
cmd.exe adalah baris perintah penerjemah pada OS/2, Windows CE dan Windows NT berbasis sistem operasi (termasuk Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Windows Server 2003 dan Windows Server 2008). Ini merupakan analog dari COMMAND.COM dalam MS-DOS dan sistem Windows 9x atau dari Unix shell yang digunakan pada sistem Unix-like.

Daftar Perintah-perintah yang ada pada Command Prompt (CMD)
Berikut urutan Perintah-perintah pada CMD berdasarkan abjad :

Kode Awal [A]
  • ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV
  • ARP : Address Resolution Protocol
  • Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi
  • ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
  • Attrib : Ubah atribut berkas
Kode Awal [B]
  • Bootcfg : Edit Windows boot settings
  • BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC
Kode Awal [C]
  • CACLS : Ubah file permissions
  • CALL : Panggil satu program batch yang lain
  • CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
  • Change : Ganti Terminal Server Session properties
  • CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
  • CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
  • CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
  • CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder 
  • CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin 
  • CLEARMEM : Hapus kebocoran memori 
  • CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard. 
  • CLS : Menghapus layar (Clear The Screen) 
  • CLUSTER : Windows Clustering 
  • CMD : Start a new CMD shell 
  • COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD 
  • COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file 
  • COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS 
  • Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS 
  • CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer 
  • CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS 
  • COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
  • CSCcmd : clien-side caching (Offline Files) 
  • CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data
Kode Awal [D]
  • DATE : Display atau mengatur tanggal
  • Defrag : Defragment hard drive
  • DEL : Menghapus satu atau lebih file
  • DELPROF : Hapus profil pengguna NT
  • DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
  • DevCon : Device Manager Command Line Utility
  • DIR : Menampilkan daftar file dan folder
  • DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
  • DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk
  • Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
  • DISKPART : Disk Administrasi
  • DNSSTAT : DNS Statistik
  • DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
  • DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
  • DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
  • DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
  • DSRM : Hapus item dari Active Directory
Kode Awal [E]
  • ECHO : Menampilkan pesan di layar
  • ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch
  • ERASE : Menghapus satu atau lebih file
  • EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
  • EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
  • EXPAND : uncompress file
  • Ekstrak : uncompress file CAB
Kode Awal [F]
  • FC : Bandingkan dua file
  • FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
  • FINDSTR : Cari string dalam file
  • FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
  • FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
  • FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
  • FORFILES : Proses Batch beberapa file
  • FORMAT : Format disk
  • FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
  • FSUTIL : File dan Volume utilitas
  • FTP : File Transfer Protocol
  • FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file
Kode Awal [G]
  • GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
  • GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
  • GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup
Kode Awal [H]
  • HELP : Online Help
Kode Awal [I]
  • ICACLS : Ubah file dan folder permissions
  • IF : kondisional melakukan perintah
  • IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
  • IPCONFIG : Configure IP / View IP Address,DNS, Gateway, Subnet Mask
Kode Awal [K]
  • KILL : Remove program dari memori
Kode Awal [L]
  • LABEL : Edit disk label
  • LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
  • LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
  • Logoff : user log off
  • LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file
Kode Awal [M]
  • MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
  • MBSAcli : Baseline Security Analyzer
  • MEM : Display penggunaan memori
  • MD : Buat folder baru
  • MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
  • MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
  • MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
  • MOUNTVOL : mengelola volume mount point
  • MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
  • MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
  • MSG : mengirim pesan atau message
  • MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
  • MSINFO : Windows NT diagnostics
  • MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
  • MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
  • MV : Copy in-menggunakan file
Kode Awal [N]
  • NET : Kelola sumber daya jaringan
  • NETDOM : Domain Manager
  • Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
  • NETSVC : Command-line Service Controller
  • NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
  • NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
  • NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu
  • NSLOOKUP : Nama server lookup
  • NTBACKUP : Backup folder ke tape
  • NTRIGHTS : Edit hak user account
Kode Awal [P]
  • PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
  • PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
  • PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan
  • perms : Tampilkan izin untuk pengguna
  • PERFMON : Kinerja Monitor
  • PING : Menguji koneksi jaringan
  • POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD
  • PORTQRY : Tampilan status ports dan services
  • Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya
  • PRINT : Mencetak file teks
  • PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer
  • PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default
  • PROMPT : Mengubah command prompt
  • PsExec : Proses Execute jarak jauh
  • PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)
  • PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna
  • PsInfo : Daftar informasi tentang sistem
  • PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses
  • PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses
  • PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)
  • PsLogList : catatan kejadian log
  • PsPasswd : Ubah sandi account
  • PsService : Melihat dan mengatur layanan
  • PsShutdown : Shutdown atau reboot komputer
  • PsSuspend : proses Suspend
  • PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang
Kode Awal [Q]
  • QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu
Kode Awal [R]
  • RASDIAL : Mengelola koneksi RAS
  • RASPHONE : Mengelola koneksi RAS
  • Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak
  • REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai
  • REGEDIT : Impor atau ekspor pengaturan registry
  • Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL
  • REGINI : Ubah Registry Permissions
  • REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch
  • REN : Mengubah nama file atau file
  • REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain
  • RD : Hapus folder (s)
  • RMTSHARE : Share folder atau printer
  • Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna
  • RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan
  • RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda
  • RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)
Kode Awal [S]
  • SC : Control Layanan
  • SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu
  • SCLIST : Tampilkan Layanan NT
  • SET : Display, set, atau menghapus variabel environment
  • SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variabel
  • SETX : Set variabel environment secara permanen
  • SFC : Pemeriksa Berkas Sistem
  • SHARE : Daftar atau mengedit file share atau share print
  • SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch
  • SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)
  • SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung
  • SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup
  • SHUTDOWN : Shutdown komputer
  • SLEEP : Tunggu untuk x detik
  • SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)
  • SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat
  • SORT : Sort input
  • START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah
  • SU : Switch User
  • SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain
  • SUBST : Associate jalan dengan huruf drive
  • Systeminfo : Daftar konfigurasi sistem
Kode Awal [T]
  • TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services
  • TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori
  • TIME : Menampilkan atau mengatur waktu sistem
  • TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file
  • TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe
  • TLIST : daftar tugas dengan path lengkap
  • TOUCH : mengganti file timestamps
  • Tracert : Trace route ke sebuah remote host
  • TREE : tampilan grafis struktur folder
  • TYPE : Menampilkan isi dari file teks
Kode Awal [U]
  • USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login
Kode Awal [V]
  • VER : Tampilkan versi informasi
  • VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan
  • VOL : Menampilkan sebuah label disk
Kode Awal [W]
  • WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori
  • wHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain
  • WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file
  • WINMSD : Sistem Windows diagnostik
  • WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II
  • WMIC : Perintah WMI
Kode Awal [X]
  • XCACLS : Ubah file dan folder permissions
  • XCOPY : Menyalin file dan folder
Kode CMD Yang sering digunakan Baik untuk tools network / untuk yang lainnya :

Ipconfig : sebenarnya fungsi dari Ipconfig ini banyak banget, tapi mayoritas orang menggunakannya untuk melihat ip address, Gateway, DNS Server, dan hampir semua informasi dalam jaringan internet kalian. Ipconfig ini punya banyak kombinasi, kalo kalian bingung untuk mengingat semua daftar kombinasi dari ipconfig, kalian bisa ketik di CMD -> Ipconfig/?, maka akan muncul semua list kombinasi ipconfig.
DIR : Perintah ini untuk menampilkan daftar file dan directory di lokasi folder yang sedang di akses di command prompt. Untuk menampilkan file dan folder yang tersembunyi, tambahkan opsi atau parameter /A setelah perintah DIR. Pastikan sebelum garis miring ada spasi, contohnya DIR /A
Attrib : Virus atau worm yang menyerang komputer biasanya menyembunyikan file atau folder yang ada di komputer atau flashdisk. kalau ini terjadi, kita bisa menggunakan perintah ATTRIB untuk menampilkan file tersebut ( termasuk untuk menyembunyikan file-filenya). Perintah ini akan menampilkan semua file dan folder yang ada di folder yang sedang di akses di command prompt. sama kayak ipconfig, kalau bingung daftar kombinasinya bisa diliat di attrib/?
netstat : kalo ini kita pake untuk mengetahui aktivitas koneksi internet kita, serta statistiknya.
Route : ini digunakan untuk membuat jalur baru (routing) pada komputer ke suatu jaringan, biasanya pada LAN atau WAN . Kemudian untuk mengetahui proses lalu lintas jaringan kita, untuk mengetahui informasi jalur host, gateway, dan network destination kita untuk paket yang akan dikirim dengan perintah route print. ngerti nggak? sama, gue juga nggak. *hening*
net : Perintah ini fungsinya banyak, salah satunya yaitu mengirim pesan singkat kepada host dalam suatu LAN dengan perintah net send. Untuk perintah yang lain dapat digunakan untuk melihat status-status tertentu pada komputer dan jaringan kita.
netsh : ini digunakan untuk menampilkan atau memodifikasi konfigurasi jaringan dari sebuah komputer yang sedang berjalan baik secara lokal maupun remote dari komputer yang aktif. Seperti merubah IP address, mengganti konfigurasi IPv4 ke IPv6, mengganti port proxy, mengganti winsock, dll
ping : Perintah ini gampang diingat, dan penting banget buat mengecek keadaan suatu jaringan pada host maupun perangkat jaringan, apakah down, overload, atau putus-putus, Proses ping bekerja dengan mengirimkan paket kepada suatu host atau perangkat melalui koneksi jaringan (LAN, MAN, WAN), dan nantinya akan terdeteksi permasalahan jaringan dengan melihat pesan dari urutan paket yang dikirim per second.
tracert : ini digunakan untuk melihat rute yang dilewati paket untuk sampai tujuan, analoginya yaitu agar paket dari A sampai ke L, maka paket tersebut dikirimkan melalui rute-rute yang ditentukan, misalnya A – B – C – H – I – J – K – L. biasanya adminstrator jaringan menggunakan perintah ini untuk mendeteksi dimana rute jaringan yang terputus.
nslookup : ini dipake buat melihat alamat IP dari domain yang ada pada DNS server. Untuk perusahaan yang mempunyai aplikasi berbasis web dan DNS server sendiri, perintah ini dapat digunakan untuk mengecek kinerja dari DNS server itu sendiri ata ketika DNS server down, otomatis aplikasi web tidak dapat digunakan, untuk menanggulanginya anda bisa menggunakan alamat IP ini untuk membuka web aplikasi tersebut.
telnet : ini digunakan untuk melakukan remote ke perangkat jaringan, seperti Switch atau Router dalam suatau jaringan (LAN, MAN, maupun WAN). Dengan melakukan telnet, ini mempermudah administrator jaringan dalam mengelola jaringan dimana saja berada.

Sekian Postingan saya kali ini tentang Pengertian dan Perintah-perintah Pada CDM / Command Prompt, dan semoga bermanfaa.

Sumber: http://agungekacandra.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-dan-perintah-perintah-pada.html

Pengertian Partisi

Pengertian Partisi dan Tipe/Jenis Partisi Pada Hardisk - Hardisk merupakan sebuah perangkat keras pada komputer yang difungsikan sebagai media penyimpanan dalam pengoperasian komputer. Dalam penggunaannya, biasanya kita membagi kapasitas yang ada menjadi bebrapa bagian, bagian-bagian inilah yang disebut partisi hardisk. Tujuannya agar lebih mudah memanagement kapasitas yang ada agar penggunaan lebih efisien.


Pengertian Partisi dan Tipe Jenis Partisi Pada Hardisk

Jadi, partisi hardisk merupakan bagian-bagian ruang hardisk (kapasitas). Selain alasan diatas tadi, ada beberapa lagi alasan yang membuat pembagian ruang hardisk ini sangat begitu penting. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Agar mempermudah pengelolaan file dan data-data lainnya. Misal partisi D untuk menyimpan Film, partisi E khusus untuk Software, dan partisi E diperuntukan untuk menyimpan berbagai file.
  2.  Memisahkan sistem operasi, jika menggunakan lebih dari satu OS. Karena tidak mungkin satu partisi digunakan untuk dua sistem.
  3. Bisa mempercepat pengaksesan hardisk, terutama pada hardisk yang berukuran besar. Karena dibagi menjadi bagian bagian lebih kecil sehingga mempercepat proses pembacaan.
Diatas tadi merupakan beberapa keuntungan jika membagi partisi hardisk, pembagian yang tepat akan sangat baik pengaruhnya. Oke, lebih lanjut mengenai partisi pada hardisk. Jika kita lihat pada table partisi, kita sering melihat kata-kata "primary, extended, dan logical". Ya, ketiganya tersebut merupakan jenis atau tipe partisi yang digunakan. Ketiganya tersebut tentu memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai jenis partisi pada hardisk.

Jenis Partisi Hardsik (Primary, Extended, dan Logical)

Primary Partition

Ini merupakan partisi utama pada sebuah hardisk. Partisi ini lebih diperuntukan sebagai tempat penyimpanan dimana sistem operasi pada sebuah komputer terinstall. Maksimal jumlah partisi yang dibolehkan adalah empat bagian saja, itu pun jika tidak terdapat partisi Extended. Jika pada hardisk terdapat partisi Extended, maka jatah untuk primary berkurang, menjadi 3 saja.

Extended Partition

Pada dasarnya, partisi Extended ini merupakan partisi utama pada hardisk. Kedudukannya sejajar dengan partisi primary. Partisi ini tidak menangani pengelolaan data secara langsung. Untuk dapat mengolah data, kita harus menambah partisi logical terlebih dahulu. Partisi Extended ini merupakan pembukus satu atau lebih partisi logical. Jumlah maksimal yang dibolehkan hanya satu.

Logical Partition

Logical partition ini merupakan bagian dari Extended partition. Jenis partisi inilah yang biasanya digunakan sebagai penyimpanan data. Jumlah bisa lebih dari empat, yang jelas lebih banyak daripada primary partition.

Itulah perbedaan dari jenis-jenis partisi yang ada. Untuk lebih memperjelas dan dapat menggambarkan bagaimana susunannya, berikut ini adalah skema dari tabel partisi. Dimana terdapat dua partisi yang sejajar, yaitu partisi primary dan Extended. Sedangkat logical patition terdapat di dalam partisi Extended.


Pengertian Partisi dan Tipe Jenis Partisi Pada Hardisk
Untuk lebih jelas lagi, lihat tabel partisi pada OS windows seperti gambar di bawah ini. Susunannya terlihat lebih jelas bukan, jika kamu membaca artikel ini dengan serius, pasti kamu mengerti bagaimana perbedaannya.

Pengertian Partisi dan Tipe Jenis Partisi Pada Hardisk

Untuk membagi partisi, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu:
  • Membaginya saat installasi OS.
  • Menggunakan Disk Management (Tools Windows)
  • Atau menggunakan aplikasi pihak ketiga.
Demikianlah pembahasan mengenai partisi hardisk, semoga apa yang disampaikan pada artikel ini dapat dimengerti. Dan semoga kita terus diberi wawasan baru setelah membaca. Terima kasih semoga bermanfaat.

Sumber: http://www.pintarkomputer.com/2015/03/pengertian-partisi-dan-tipe-jenis-partisi-pada-hardisk.html

Pengertian VirtualBox dan Cara Menginstal VirtualBox


VirtualBox
            Pada kesempatan kali ini saya akan mengupas tuntas semua hal yg berkaitan dengan Virtualbox. Baik apa itu Virtualbox, keunggulan dan kelemahannya, dan cara instalasi Virtualbox. Nah langsung saja kita kupas tuntas artikel mengenai VirtualBox.
VirtualBox merupakan perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows. 
 Fungsi ini sangat penting jika seseorang ingin melakukan ujicoba dan simulasi instalasi suatu sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada. Aplikasi dengan fungsi sejenis VirtualBox lainnya adalah VMware dan Microsoft Virtual PC.
Sistem operasi yang dapat dijalankan oleh VirtualBox antara lain Linux, Mac OS X, Windows XP, Windows Vista, Windows 7,Windows 8, Solaris, dan OpenSolaris.


Berikut keunggualan VirtualBox :
1.       Ringan
             Yang di maksud adalah tidak menghabiskan kinerja komputer baik itu RAM maupun Hardisknya
         2.   Praktis
            Software ini gampang di pelajari oleh semua orang dan cara mendapatkanyya pun juga gratis.
Berikut Kekurangan VirtualBox :
1.       Harus di Upgrade
             VirtualBox haruslah di perbarui versinya supaya bila ada OS terbaru virtualbox tersebut bisa             mengaksesnya.
       2.       Terbatasnya vitur-vitur
             Virtualbox kurang memiliki vitur-vitur yang fungsinya untuk mempermudah user untuk menggunakan Virtualbox. Contoh tidak ada vitur “capure” yang tujuannya untuk mempermudah melihat praktek-praktek yg sebelumnya.

Cara Instalasi Virtualbox
1.       Buka folder yang berisikan Virtualbox.


2.       Doube klik pada ikon bergambar Virtualbox.

3.       Kemudian akan muncul tampilan jendela bertuliskan “Welcome to Oracle VM VirtualBox 4.0.16 Setup Wizard”. Kemudian klik “Next”.


4.       Setelah itu akan muncul jendela tampilan Custom Setup. Pada jeldela ini meminta penempatan lokasi VirtualBox. Klik “Next” untuk melanjutkan instalasi.

5.       Setelah itu akan muncul kotak dialog costum setup, yang bertujuan untuk membuat shortcut di desktop dan shortcut di Quick Launch Bar. Beri opsi centang pada kedua kodak dialog tersebut. Kemudian klik “Next”.

6.       Setelah itu akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah instalasi akan di lakukan sekarang ?. klik tombol “yes” untuk melanjutkan.

7.       Setelah itu akan muncul kotak dialog  menanyakan siapkah untuk proses instalasi. Klik “install” untuk melanjutkan .

8.       Kemudian akan muncul tampian proses pengcopyan virtualbox ke hardisk. Tunggu beberapa saat.

9.       Kemudian akan muncul tampilan Windows Scurity, yang meminta anda untuk menginstal Oracle Corporation Universal Serial Bus. Jika anda ingin menginstall. Klik “install”.

10.   Setelah itu akan kembali muncul jendela windows scurity, yg meminta anda untuk menginstal Oracle Corporation Network Service. Jika anda ingin menginstal klik “install”.

11.   Kemudian akan ada jendela winndows scurity, yang meminta anda untuk menginstal Oracle Corporation Network Adapters. Jika anda ingin menginstal klik “install”.

12.   Setelah itu akan muncul kotak diaolg yang menandakan proses instalasi telah selesai. Beri tanda centang pada kotak dialog yang menjelaskan untuk membuka virtualbox. Kemudian klik “finish” untuk melanjutkan.

13.   Program Virtualbox siap untuk di jalankan.
 SELAMAT MENCOBA GUYS...
Sumber: http://coratcorethaidar.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-keunggulan-kelemahan-dan.html